Katika
matahari belum tampak sempurna, kawanan katak berangkat untuk melakukan
perjalananya menuju lembah dibalik bukit. Waktu terus bergulir koloni katak
berjumpa dengan banyak hewan, salah satunya maha guru (kancil) sampai pada
suatu waktu ketika berhenti untuk beristirahat kawanan katak pun berhitung ,
1,2,3,4,5......28,29 ada salah satu katak yang tertinggal entah tersesat
dimana? Ada yang menjawab tadi di sebelahku lho!!! Ada pula yang menyahuti
jawaban itu “ iya phooo!!” (dengan nada lirih dan merintih.HAHA). Di Tempat
Lain si Wike(katak yang terpisah) merasa bingung , tadi hanya ditinggal untuk
buang air kecil sebentar tetapi sudah tidak ada. Dengan gelisah Wike
berlari dan terus berlari namun saat ini rupanya dewi fortuna sedang tidak memihaknya.
Ia, salah arah dan semakin menjauh dari koloninya.
Kini sudah saatnya matahari untuk tenggelam
dan wike-pun beristirahat di bawah pohon yang besar karena si wike sudah
berjalan teramat jauh, tak disangka dan di kira perut wike pun berbunyi
“kruckkkk” kencang sampai sang guru kancil(tertidur memeluk mentimun)-pun
terbangun. Dan menghampiri sumber suara itu. hingga terjadilah dialog:
Sang guru: kamu membangunkan saya yang sedang bermimpi
indah (dengan nada setengah tinggi)
Wike: Maaf, saya sedang lapar. Heuheu
Sg: ini aku punya mentimun, kamu mau?
Wike: iya mau.( saat di gigit “kremck” katak
memakan pada bagian sudut yang pahit) pahit sekali!!! Saya menyesal makan buah
ini dan wike pun ngomel-ngomel ga jelas( 5 menit kemudian)
Sg: sssttt. Pahit ya tinggal di buang. Gitu
aja kok repot ( dengan raut mengejek) kamu ini terlalu banyak membuang energimu
untuk hal-hal yang tidak perlu, dengan kamu marah-marah apakah kamu merasakan
kenyang? kan tidak! Jika kamu tadi membuang yang pahit dan langsung melanjutkan
makan sekarang mungkin kamu sudah kenyang energimu-pun sudah bertambah. Dasar
hewan!!
Wike tertawa ter engah-engah dan berkata:
HAHA kamu juga hewan.
Sg menjawab, Ooooh iya maaf cuy!
Karena merasa terpukau atas wejangan saang
guru, wike-pun memutuskan untuk ikut denganya serambi menunggu datangnya pagi.
Dalam perjalanan sang guru dan wike, wike pun curhat kepada sang guru bahwa ia
merasa cemas karena di tinggal oleh koloninya sempat terlintas di fikiranya
bahwa ia ingin mengakhiri hidupnya. Petuah keluar lagi dari mulut sang guru “
sudahlah itu semua tidak perlu di cemaskan karena semua itu diluar kendalimu.
Lagi lagi saya katakan kecemasanmu itu muncul karena kamu tidak bisa
mengendalikan hidup di situasi ketidakpastian, jika kecemasan dibiarkan itu
akan berlanjut ke ranah stres. Makanya saya sering katakan kepada murid-murid
saya “ stres beleh tapi jangan lama-lama, nanti susah beradaptasinya karena
nanti kamu tidak tahu posisi stres tidak kah kamu!” dan itu semua akan
mengganggu kesehatanmu. “apa yang terjadi di otak itu bisa mempengaruhi badan
secara keseluruhan maka tidak heran jika orang stres mengalami sakit lambung
atau tegang di leher karena adanya korelasi”
Jika pada manusia hormon stres namanya kristol, kristol ini
bersifat oksidatif merusak segala sesuatu yang di hinggapinya. Ketika hinggap
pada pankreas dia meningkatkan insulin maka ada jika orang stress bawaanya
pengen makan terus. Jika pada hewan saya tidak tahu.HAHAHA
Dahulu sebelum di lepas di hutan ini saya
sempat dipenjarakan oleh manusia, dan saya mendengarkan percakapan ini entah
valid atau tidaknya informasi ini, tapi saya sangat yakin karena orang yang
berbicara adalah orang berseragam putih dan rapih, namanya dokter/ psiko-psiko
gitu kok(sang guru bicara pada wike)
Tak lama kemudian, suara keluar dari mulut
wike ( aduh!!) kaki wike terjerat jebakan burung. Dasar manusia biadap!
mengganggu perjalanan saya saja (ucap wike), dengan sigap sang guru pun
menyahut “suatu kejadian itu sesungguhnya netral yang membuat tidak netral itu
presepsimu/ value judgment” wike-pun kesal karena sang guru tidak lekas mencari
bantuan beberapa katapun keluar dari mulutnya “ sudahlah lepaskan aku jangan
banyak bacot!. Lepaskan aku sebelum aku disantap oleh kawanan manusia itu!
Tolong tempatkan sesuatu pada situasi dengan tepat. Hewan sekarat tidak butuh
bacotanmu tapi butuh untuk dilepaskan dari jeratan ini! dengan santuy sang guru
menjawab “ sudah jangan banyak bicara, kita ini memang sering takut di ranah
imajinasi padahal jika kamu berfikir logis apakah ada manusia yang doyan dengan
katak busuk sepertimu, kan tidak!
Benar saja , di pagi menuju siang kawanan
manusia datang untuk melihat jeratanya. Wike pun berpura-pura mati dan
mengeluarkan jurus andalanya dengan cara mengeluarkan zat yang ada di dalam
tubuhnya yang berbau menyengat. Dengan sedikit kesal kawanan manusia memutuskan
tali jeratanya dan meninggalkan lokasi jeratan tersebut. Dengan hati yang
sumringah wike menghampiri sang guru yang sedang menunggunya di balik bambu
yang rimbun. Belum sempat menyampaikan kegiranganya, sang guru berucap lebih
dulu “ apa saya bilang kamu punya seribu cara untuk menghadapi berbagai
situasi” wike tertegun dan mengucapkan terimakasih kepada sang guru ( makasih
guru kau sudah memberiku sebuah pencerahan yang selama ini kucari)
Ingat ini pesan terakhirku sebelum kita
memamg benar-benar berpisah kaupun harus melanjutkan hidup bersama kolonimu,
nama tips ini adalah trilogi kendali saya dapatkan dari bertapa di goa pindul
dan mendapatkan wahyu buku (filosofi teras) pertama, ada
hal-hal yang bisa kamu kendalikan seperti isi otakmu/presepsimu. Kedua, sebagian
bisa kamu kendalikan misal dengan pola makan(hidup) sehat tentu kesehatanmu
bisa terjaga tetapi tidak mutlak karena banyak faktor eksternal. Ketiga, faktor
eksternal atau yang tidak bisa kamu kendalikan misal presepsi/respon yang lain.
Merdeka adalah ketika kamu berkuasa untuk tidak memiliki apapun bukan memiliki
apapun apa lagi kamu berharap pada faktor eksternal.
Mari kamu saya antar menuju lembah dibalik
bukit itu, karena kita memiliki kehidupan masing-masing. Wike menjawab “
baiklah saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya, saya lebih lega dengan
wejangan anda tadi”. Dengan mata berkaca-kaca wike berjalan selang berjarak 10
meter sang guru berteriak “ sudahlah jangan jadi hewan lemah! Hidup harus terus
berlanjut!!
Selesai......
Salam hangat:
WAHYU EKA SAPUTR

Mashok dek
BalasHapus